Minggu, 23 Januari 2011

Surat Rindu Buat Ibu (2)

bu,
Di sini orang-orang bercerita tentang pohon
yang kau tanam dan telah berbuah
Tentang kami yang masih dalam pelayaran
Tentang kemilau yang kau guratkan lewat kasih sayang
Tentang cucu yang sangat kau dambakan
Tentang kesucian, keabadian, harapan, ujian
Doa dan sujudmu
Kepergiaanmu telah menggetarkan pintu dan jendela
Hingga air sungai juga ikut berombak
Tangis kejujuran mereka
Adalah bukti birunya perjalan hidupmu

Ibu,
Rasanya seperti baru kemarin kau mengecup keningku dengan doa sucimu
Menjewer telingaku dengan penuh cinta
Mencambukku, memukulku lalu kau mandikan aku
Di sumur tempat kita mengecup air susu bersama-sama

Ibu,
Kemarin aku demam. Aku tidak mamapu menolak kehadiran wajah ibu dalam kerinduan yang dalam

Ibu, dia telah pergi dari lingkaran kehidupan
yang kita susun bersama-sama
Betul Ibu,
Memang sulit mempertemukan kemilau bintang
Dengan gubuk reyot kita yang terus dimakan rayap.
Keikhlasan bukan sesuatu yang bermakna
Dalam gerhana alam yang menajamkan belati
Pada seluruh menara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar